Sunday, September 23, 2018

300 Purnawirawan Jenderal TNI dukung Prabowo-Sandiaga

300 Purnawirawan Jenderal TNI dukung Prabowo-Sandiaga

300 Purnawirawan Jenderal TNI mendeklarasikan diri mendukung pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno di Pilpres 2019. Deklarasi itu dilakukan dalam acara diskusi dengan 300 Jenderal Purnawirawan dan para intelektual yang bertemakan 'Ekonomi Kerakyatan sebagai Solusi Tatanan Ekonomi Indonesia dan Global' di Hotel Sari Pan Pasifik, Jakarta Pusat, Sabtu (22/9).

"Maka pada hari ini, di tempat ini kita punya satu semangat untuk membulatkan tekad untuk berjuang bersama, menyatukan hati akan saling bergandeng tangan secara erat dan kuat untuk memberikan dukungan penuh kepada prabowo Subianto," kata Marsekal TNI (Purn) Imam sufa'at.

Imam mengatakan, para purnawirawan Jenderal sudah melihat kemampuan Prabowo dan juga gagasannya. Menurut dia apa yang dilakukan Prabowo bisa menjadi harapan baru bagi Indonesia.

"Hari ini kita sudah melihat kemampuan calon presiden kita Prabowo Subianto meluangkan gagasannya dengan tema ekonomi kerakyatan sebagai solusi tatanan ekonomi Indonesia dan global, kita berikan harapan baru tentang masa depan indonesia yang adil, damai, dan sejahtera," ungkapnya.

Dukungan itu langsung menuai respon dari Prabowo yang juga sedang hadir dalam acara tersebut. Dia mengaku tidak menyangka para purnawirawan Jenderal akan mendukungnya maju Pilpres 2019.

"Saya tidak berharap, karena ingin menghromati kebebasan saudara-saudara, tetapi dengan pernyataan sikap ini saya menerimanya sebagai suatu penugasan. Suatu kehormatan yang sangat besar," ucap Prabowo.

Adanya dukungan dari 300 jenderal yang sudah pensiun ini, Prabowo merasa bersyukur. Dia pun bertekad untuk memberikan seluruh kekuatan, pikiran demi merebut kembali kedaulatan bangsa Indonesia.

"Terimakasih atas kepercayaan saudara-saudara, kehormatan yang sangat besar bagi saya, perjuangan kita inilah pertempuran kita terakhir merebut kembali kedaulatan bangsa Indonesia. Terimakasih," tandasnya.

Tolak masuk timses, Khofifah pakai jaringan santri dan kiai menangkan Jokowi

Tolak masuk timses, Khofifah pakai jaringan santri dan kiai menangkan Jokowi

Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa mengaku siap berjuang memenangkan pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin di wilayahnya. Namun Khofifah tidak bersedia dimasukkan ke dalam struktur tim pemenangan.

"Saya sejak awal memohon untuk tidak masuk dalam tim pemenangan baik pusat maupun daerah," ujar Khofifah saat menghadiri rapat pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta Pusat, Sabtu (22/9).

Menurut Khofifah, memenangkan Jokowi-Ma'ruf di wilayah Jawa Timur tidak perlu masuk tim pemenangan. Dia mengaku telah memiliki strategi khusus yakni dengan mengoptimalkan jaringan yang sudah ada dan pernah dipakai saat Pilkada Jawa Timur kemarin.

"Kan kami ini punya jejaring yang Insya Allah lebih strategis jikalau kami tidak perlu masuk di dalam tim pemenangan resmi. Jadi akhirnya teman-teman mengoordinasikan melalui relawan-relawan yang mereka putuskan itu jaringan kiai, santri nasional," tuturnya.

Sebagai Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah mengaku banyak memiliki jaringan, utamanya kalangan ulama dan santri di Jawa Timur. Dia merasa akan lebih leluasa mengoptimalkan jaringan tersebut apabila tidak masuk ke tim pemenangan.

"Rasanya ini lebih memungkinkan untuk memaksimalkan semua jaringan yang kita punya dan tidak hanya terbatas di Jatim, karena kita semua akan bersinergi untuk memenangkan Pak Jokowi-Ma'ruf," ucap Khofifah.

Saturday, September 22, 2018

Hina Megawati, Ma'ruf dan TGB, Ustaz Yahya Waloni dipolisikan

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melaporkan Ustaz Yahya Waloni ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri atas dugaan penghinaan terhadap cawapres KH Ma'ruf Amin, Mantan Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi, dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Hina Megawati, Ma'ruf dan TGB, Ustaz Yahya Waloni dipolisikan

Sekretaris Jenderal PKB Abdul Kadir Karding merasa terganggu dengan beberapa ucapan dari Ustaz Yahya Waloni. Dia pun mengutip beberapa ucapan yang dinilai melanggar Undang-Undang ITE Pasal 28 ayat 2.

"Pertama yang menyinggung Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Misalnya biang kerok masalah di Indonesia dilakukan oleh nenek di Jakarta namanya Ibu Megawati. Kita doain supaya cepat mati," ucap Karding menirukan ucapan Ustaz Yahya Waloni, di Gedung Bareskrim Polri, Jumat (21/9).

Kedua, pernyataan Ustaz Yahya Waloni yang ditujukan ke cawapres KH Ma'ruf Amin. Pernyataan Ustaz Yahya Waloni yakni sudah uzur, sudah mau mati tetapi berambisi mau jadi wakil presiden.

Lalu pernyataan Ustaz Yahya Waloni yang ditujukan ke TGB. Yahya, kata Karding mengganti singkatan Tuan Guru Bajang menjadI Tuan Guru Bajingan.

"Ini jelas melanggar pasal 28 UU ITE, artinya seseorang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan luaskan informasi yang mengandung unsur permusuhan dan kebencian," ucap Karding.

"Tidak sepatutnya tokoh seperti KH Ma'ruf Amin, Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi, dan Megawati Soekarnoputri diserang dengan nada nyiyir atau menghina," tambah dia.

Menurut dia, orang seperti Ustaz Yahya Waloni mesti diberi pelajaran supaya sadar hukum. "Tidak boleh ada orang seperti ini. Dia itu tokoh masyarakat sampaikan di satu majelis. Ini kan berbahaya bagi bangsa, masyarakat dan kesatuan kita," ungkap dia.

Karenanya hari ini, Abdul Kadir Karding atas nama Sekretaris Jenderal PKB melaporkan Ustaz Yahya Waloni dengan membawa bukti berupa flashdisk yang di dalamnya berisikan video Ustaz Yahya Waloni.

Laporan Karding tercatat dengan nomor LP / B // 1176// IX / 2018 / BARESKRIM tertanggal 21 September 2018.

Sekedar informasi, Yahya Waloni mengisi ceramah di Masjid Al Fida Muhammadiyah, Pekanbaru, Riau pada 9 September 2018. Dalam pembahasannya, dia sempat menyinggung Ma'ruf Amin yang haus kekuasaan, TGB sebagai singkatan Tuan Guru Bajingan, dan mendoakan Megawati Soekarnoputri disegerakan meninggal dunia.

Jokowi-Ma'ruf dapat nomor urut 1, Prabowo-Sandiaga nomor 2

Jokowi-Ma'ruf dapat nomor urut 1, Prabowo-Sandiaga nomor 2

Pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin mendapat nomor urut 1 setelah melakukan pengundian di gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jumat (21/9) malam. Penantangnya, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat nomor urut 2.

Rangkaian pengundian nomor urut dimulai dengan pengambilan nomor urut undian yang dilakukan oleh para cawapres. Ada 10 bola berisi angka 1 sampai dengan 10. Cawapres Sandiaga dan Cawapres Ma'ruf Amin maju mengambil satu bola dari dalam toples secara bersamaan. Setelah dibuka, Sandi mendapat nomor 1, sedangkan Ma'ruf mendapat nomor 10.

Karena Sandi mendapat nomor 1, Prabowo berhak mengambil nomor urut terlebih dahulu. Prabowo kemudian mengambil satu tabung, sebelum Prabowo sempat membuka tabung, Ma'ruf sempat membaca doa yang ditanggapi amin oleh para hadirin. Capres Jokowi kemudian mengambil tabung yang tersisa.

Saat dibuka, secara bersamaan, Prabowo mendapat kertas bertuliskan angka nomor 2 dan Jokowi mendapat nomor urut 1.

"Nomor 1 pasangan Bapak Jokowi dan Bapak Kiai Ma'ruf Amin. Nomor 2 Bapak Prabowo dan Sandiaga Salahuddin Uno," kata Ketua KPU Arief Budiman.

Para pimpinan partai yang hadir bersorak dan bertepuk tangan. Ketua KPU dan komisioner KPU kemudian menyerahkan plakat yang berisi nomor urut kepada kedua pasangan capres-cawapres.

Friday, September 21, 2018

3 Kriteria yang cocok jadi wagub DKI versi Anies Baswedan

3 Kriteria yang cocok jadi wagub DKI versi Anies Baswedan

Siapa yang akan menjadi mendamping Gubernur DKI Anies Baswedan dalam memimpin ibu kota masih belum jelas. Sejumlah nama dari Gerindra dan PKS sudah beredar lama di publik. Tapi belum mengerucut.

Dalam beberapa kesempatan, Anies juga enggan menyampaikan siapa yang cocok menjadi wagub DKI mendampingi dirinya. Ia hanya membeberkan kriteria yang pantas menjadi wagub DKI. Berikut kata Anies Baswedan:

1. Tak jadikan Jakarta sebagai lahan politik
Anies sangat berharap wakilnya nanti tak menjadikan Jakarta sebagai ladang politik. Jakarta adalah ibu kota negara, semua ada di Jakarta.

"Jakarta tidak dipandang sebagai sekadar arena politik karena ini disorot banyak, tapi dipandang sebagai tempat bekerja membuat perubahan di Jakarta," kata Anies.

2. Bisa kerja keras dan fokus urus Jakarta
Selain itu, Anies juga menginginkan calon wakilnya pekerja keras. Selain itu juga fokus dalam bekerja.

"Yang penting di Jakarta harus mau kerja keras, harus kerja tuntas dan siap untuk all out tidak memikirkan lain-lain. Fokus konsentrasi di sini," kata Anies.

3. Punya visi misi yang sama
Tak hanya itu saja, Anies juga ingin wakilnya nanti punya kesamaan visi dan misi. Visinya yaitu membuka kesetaraan kesempatan begi semua di Jakarta. Tentang keadilan sosial di Jakarta. Dan berpihak pada orang banyak dengan prinsip keadilan.

"Kriteria umum seperti itu yang saya harapkan, mudah mudahan ini jadi pertimbangan parpol," kata Anies.

Nama-nama kejutan masuk dalam timses Prabowo-Sandi

Pasangan Capres-Cawapres, Prabowo-Sandi telah merilis sejumlah nama yang masuk dalam timses pemenangan pada Pilpres 2019. Ada nama-nama kejutan masuk dalam timses.

Nama-nama kejutan masuk dalam timses Prabowo-Sandi

Menurut Sekjen PAN, Eddy Soeparno, jumlah tim kampanye sebanyak ada 800 orang. Nama koalisi Prabowo-Sandi adalah Indonesia Adil Makmur. Berikut orang-orang baru yang dipilih masuk timses Prabowo-Sandi:

1. Dahnil Anzar Simanjuntak
Dari Muhammadiyah, nama Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak disebut telah masuk dalam struktur timses Prabowo-Sandi. Bahkan, Dahnil akan menjalankan tugas sebagai Koordinator Juru Bicara. Dahnil membenarkan kabar tersebut.

"Saya memutuskan untuk menerima ajakan Pak Prabowo Subianto dan Mas Sandi S Uno untuk bersedia menjadi Koordinator Juru Bicara Tim Pemenangan Prabowo-Sandi," kata Dahnil.

Dahnil mengatakan keputusannya merapat ke kubu Prabowo-Sandi telah dikonsultasikan kepada pihak keluarga dan pengurus Muhammadiyah. "Setelah melalui istikhoroh berdoa minta petunjuk Allah SWT dan berdiskusi panjang dengan keluarga, sahabat dan para senior di Muhammadiyah dan di luar Muhammadiyah," katanya.

2. Prabowo tunjuk langsung Neno Warisman
Selain Dahnil ada nama Neno Warisman. Selama ini Neno belakangan dikenal sebagai penggerak tagar #2019gantipresiden. Neno masuk timses Prabowo-Sandi sebagai wakil ketua.

Sandiaga mengatakan Neno menjadi wakil ketua timses karena ditunjuk langsung oleh Prabowo. Menurutnya, nantinya Neno akan menyerukan Prabowo-Sandi presiden bukan lagi #2019GantiPresiden. "Kalau Neno sudah diminta langsung Pak Prabowo. Karena walaupun mbak Neno sudah mulai hastag #2019GantiPresiden, sekarang kan penetapan nih, kalau penetapan itu kan ganti presidennya Prabowo-Sandi," kata Sandi.

3. Ulama dari GNPF-U
Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi mengatakan beberapa ulama dari GNPF dan Alumni 212 masuk dalam tim kampanye Prabowo-Sandi. Menurutnya, masuknya para ulama GNPF adalah bentuk dukungan nyata.

"Ulama yang mewakili GNPF, PA 212, maupun ulama-ulama tokoh lainnya yang senior di negeri ini," ujarnya.

Para ulama yang masuk dalam tim kampanye ini di antaranya Abdul Rosyid, Muhammad Al Khaththath, dan Yusuf Martak. "Jadi cukup banyak yang menjadi bagian dari timses ini," katanya.

Tuesday, September 18, 2018

Rajin ibadah, Sandiaga disebut masuk kategori ulama

Rajin ibadah, Sandiaga disebut masuk kategori ulama

Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayar Nur Wahid mengatakan bakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno termasuk dalam golongan Ulama. Hal itu dilihat berdasarkan pedoman surat As Syura dan Al-Fatih di Al-Quran.

"Kedua-duanya justru ulama itu tidak terkait dengan keahlian ilmu agama Islam. Satu tentang ilmu sejarah yaitu dalam surat As Syura, dan surat Al Fatir itu justru science, scientis. Jadi kalau kemudian Pak Sandi, menurut saya sih Pak Sandi itu ya ulama, dari kacamata tadi," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/9).

Menurut Hidayat, Sandi memiliki kepribadian yang sesuai dengan kategori ulama di Al-Quran. Mulai dari rajin melakukan ibadah sunah, santun, tawaduk, tidak berperilaku mungkar, dan berilmu.

"Jadi orang yang berilmu dalam bidang ilmu apapun kemudian menghadirkan sikap hidup yang tidak arogan tapi tawaduk melaksanakan ajaran Allah SWT gitu, takut pada Allah, takut melanggar aturan Allah, tidak melakukan perilaku yang mungkar," ungkapnya.

"Kita liat Pak Sandi melakukam semuanya. Orangnya santun, melaksanakan ajaran agama dengan baik, dan sunah-sunah pun dilaksanakan minus poligami dan beliau juga perilakunya menghormati ulama itu perilakunya para ulama. Jadi kalau kemudian definisi ulama dikembalikan kepada Al-Quran maka kategori itu masuk," sambungnya.

Hidayat mengakui Sandi emang tidak memiliki predikat Kiai Haji (KH). Namun, kata dia, predikat itu tidak harus diberikan karena predikan KH adalah kebiasaan masyarakat Indonesia.

"KH adalah khas Indonesia kita menghormati para ulama, tentunya yang menggunakan kiai haji termasuk Kiai Ma'ruf termasuk Kiai Ma'ruf Amin pastilah beliau adalah ulama karena beliau Ketua MUI tapi sekali lagi kalau kita kembali ke Al-Quran sebagai rujukan tentang terminologi ulama begitulah kondisinya kalau yang belum paham silahkan ngaji lagi," ucapnya.